Monday, July 7, 2008

Summer Camp In Rawinala

Pada tanggal 03 Juli 2008, Rawinala menjadi tuan rumah untuk aktivitas mengisi liburan para pembaca setia majalah Aneka Yess yang khusus di datangkan dari beberapa kota di Indonesia.

Bersosialisasi dengan anak-anak di Rawinala dan mengadakan kolaborasi musik membuat suasana di Rawinala jadi semakin hidup.

Pada kesempatan ini, redaksi majalah Aneka Yess juga mendatangkan artis seperti Joe Richard dan Q-ta Band yang menjadikan suasana semakin seru dan ramai.




Summer Camp

Summer Camp In Wisma Berkat

Kegiatan liburan yang diadakan dengan bentuk interaksi dan sosialisasi antara anak didik Rawinala dan anak - anak yang tergabung dalam CISV.

Kegiatan yang dilakukan dengan tujuan anak-anak dapat merasakan kebersamaan dengan harapan terjalinnya relasi dimasa yang akan datang.

Kegiatan dilakukan selama seminggu untuk mengisi aktivitas liburan sekolah.





Wisma Berkat

Tuesday, June 24, 2008

FRIENDSHIP DAY

Tanggal 13 Juni 2008 yang lalu, Rawinala dan SPH ( Sekolah Pelita Harapan ) mengadakan kerjasama dalam acara Friendship Day yang bertujuan untuk berinteraksi dan bersosialisasi diantara kedua lembaga pendidikan. Memamfaatkan momen Friendship Day, diharapkan akan terjalin kerjasama yang baik dimasa yang akan datang. Anak-anak yang terlibat, mulai dari pelayanan dini ( TK ) hingga anak-anak purna sekolah. Yang menarik adalah, keterlibatan orang tua yang berperan aktif sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik.

HAPPY FRIENDSHIP DAY
Rawinala


rawinala@sph

WHY GOOD BYE

Pria tulus yang datang ke Rawinala 28 September 1981 dengan motivasi melayani anak-anak di Rawinala. Dia memberikan pelayanan terbaiknya untuk anak-anak di Rawinala. Selama 27 tahun pak Windarto memberikan pengabdiannya untuk pelayanan di Rawinala. Ketulusannya dalam melayani anak-anak serta kesetiaannya pada Rawinala sudah tidak diragukan lagi. Membuat setiap orang merasa nyaman berada didekatnya adalah momen yang tidka dapat dilupakan. Kami akan memdoakan yang terbaik buat pak Win, dan dimanapun pak Win melayani, Tuhan senantiasa memberkati.




Perpisahan Pak Windarto

REKREASI PELAYANAN DINI

Untuk menutup tahun ajaran 2008 ini, ada beberapa agenda sekolah yang dilakukan kelas berdasarkan kebutuhan serta program yang sudah direncanakan. Unit pelayanan dini atau Early Intervention mengadakan program rekreasi ke Waterboom-Cikarang. Rekreasi ini melibatkan guru, orang tua dan anak-anak murid pelayanan dini. Mau tahu serunya acara di waterboom, silahkan lihat foto-foto berikut ini.


peldi@waterboom

Sunday, June 8, 2008

CAMPING RAWINALA

Menyiapkan barisan, memiliki kesiapan mental dan fisik saat mengikuti kegiatan Camping di Rawinala memang menjadi modal utama dalam kegiatan ini. Diikuti oleh murid-murid Rawinala mulai dari murid Pelayanan Dini hingga anak-anak dari pendidikan Lanjut. Anak-anak dibagi menjadi empat kelompok didampingi oleh Guru dan asisten guru sebagai kakak pembina. Acara dibuka dengan melakukan upacara yang dipimpin oleh Ibu Darmawati Imam Basuki yang merupakan salah seorang pengurus di Rawinala. Acara dilanjutkan dengan melepaskan balon sebagai bukti resminya acara Camping Rawinala dimulai. Setelah upacara pembukaan selesai, acara dilanjutkan dengan membuat tenda yang dilakukan oleh setiap kelompok. Proses pembuatan tenda dilakukan oleh kelompok masing-masing secara bersamaan.
Ada cerita lucu nih, saat istirahat setelah makan siang, semua peserta diwajibkan untuk "tidur siang" karna kegiatan akan dilanjutkan pukul dua siang dengan tema " mencari jejak". Suasana begitu hening saat kakak-kakak pembina meminta mereka untuk tidur. Lima belas menit kemudian dengan sangat lembut terdengar suara nafas yang mengeluarkan bunyi "Buzzzzz.......", bunyinya lama-kelamaan semakin kencang dan membuat beberapa kakak pembina menjadi bingung, suara apakah itu???
Setelah diselidiki dan memperhatikan satu persatu anak yang ada di dalam tenda ternyata suara dasyat itu muncul dari seorang murid dan spontan saja salah seorang kakak pembina berteriak " Dea ngorokkkkk !!! " sambil mereka tertawa. Benar-benar pengalaman yang lucu dan menggemaskan. Saat itu bisa terlihat kebiasaan serta perilaku anak-anak yang selama ini tidak diketahui oleh temen dan guru. Acara ini memang unik dan beda dari camping yang biasa kita lakukan. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kegiatan ini, diantaranya, anak dapat mengenal tenda dan cara membuat tenda.
Kegiatan dilakukan hingga pukul empat sore dan ditutup dengan upacara penutupan sebagai berakhirnya kegiatan Camping Rawinala.


Camping Rawinala 2008

Wednesday, May 14, 2008

PENABUR - PENABUR CILIK

Menjadi pribadi yang disukai siapa saja adalah harapan kita semua. Menanamkan nilai-nilai social dan nilai-nilai moralitas sedini mungkin memberi peluang bagi anak-anak untuk lebih kreatif dan lebih peduli terhadap lingkungan sosialnya. Memasuki usia yang remaja, para murid SDK 2 Penabur diajarkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter dan mampu menjadi teladan di masyarakat.

Anak-anak yang berjumlah 70 orang dengan 9 orang guru diajak untuk terlibat dalam pembuatan kerajinan telur asin dan lilin hias. Anak-anak dibagi dalam dua tim, dan ditempatkan di aula untuk kelompok lilin hias dan garasi mobil untuk kelompok telur asin. Usia mereka memang masih terbilang muda meskipun secara fisik mereka sudah kelihatan besar.

Upaya ini dilakukan agar anak-anak Penabur memiliki gambaran mengenai penyandang cacat ganda yang ada di Rawinala. Jika diperhatikan mayoritas anak-anak terlihat masih kaku dan canggung saat harus berkomunikasi dengan anak-anak Rawinala. Butuh proses bagi mereka untuk mencairkan suasana agar terlihat lebih akrab.

Kegiatan membuat telur asin dan lilin hias, menunjukkan interaksi diantara anak-anak. Mereka tampak santai sambil berbincang-bincang dengan topik yang ringan. Anak-anak memang kelihatan polos meskipun mereka harus belajar menumbuhkan kepercayaan diri saat mereka berkomunikasi dengan orang yang baru mereka kenal.

Paradigma anak-anak mengenai penyandang cacat ganda memang masih sangat sedikit, kami mencoba memberikan informasi sebaik mungkin agar anak-anak Penabur memahami ”keberadaan” penyandang cacat ganda.


SMPK 3 Penabur