Wednesday, January 30, 2008

INFO RAWINALA

Dear Netters,

Group Larasati Campursari Tunanetra Ganda Rawinala, akan menampilkan keterampilannya di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta Taman Mini Indonesia Indah pada :
Hari : Minggu, 3 Februari 2008
Waktu : 11.00 s.d 13.00 WIB

Hadirilah dan saksikanlah.


All The Best

Sigid Widodo

Main Basket Yuk !!!

Olahraga biasa dilakukan semua orang, sama halnya dengan anak-anak di Rawinala. Setiap Jum'at pagi, mereka bersama - sama melakukan olahraga guna melatih gerak motorik. Kalau orang normal melakukan olahraga basket itu biasa ! tapi kalau yang main basket itu anak-anak Tuna Netra plus hambatan fisik lainnya, bagaimana ya ???
Enjoy this picture !

Profile - Dea Natania

Dea ! begitulah semua orang memanggil namanya. Hambatan low vision tidak menjadi halangan didalam Dea berkarya. Usianya yang sudah beranjak dewasa ( 16 ) menjadikan Dea seorang pribadi yang mandiri.
Dibimbing oleh seorang pengajar berpengalaman bapak Mulyono. S. Pd serta seorang assisten yang bernama Ibu Sumarni, tiada lelah dan bosan memberikan pengajaran kepada Dea sebagai bekal dimasa depan. Dea Natania, gadis low vison yang memiliki cita-cita mempunyai usaha sendiri dimasa yang akan datang.
Tetap semangat Dea and God Bless you.


Kelas Pak Mulyono

SUKACITA DI DALAM KESEDERHANAAN

Disaat semua orang sudah melupakan makna Natal karena telah berlalunya suasana Natal yang kita rayakan setiap tanggal 25 Desember, Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala mencoba membangkitkan moment itu kembali di tanggal 26 Januari. Kasih Allah benar-benar nyata saat ibadah dimulai dan kebaikan Allah membimbing keluarga Rawinala. Dihadiri oleh pengurus, karyawan dan anak didik Rawinala menjadikan suasana Natal yang sederhana namun terasa hikmat. Rawinala tidak sendiri, ada banyak pihak yang benar-benar terbeban terhadap pelayanan ini.
Rawinala memaknai Natal tahun ini adalah suatu moment untuk bersyukur. Perjalanan yang panjang dari tahun ke tahun tanpa donasi yang pasti tidak membuat Rawinala patah semangat untuk terus berharap juga bekerja memberikan pelayanan terbaik bagi lembaga ini. Support spirit tampak nyata dari semua pihak dengan kedatangan Panitia Natal GKJ Gandaria serta persembahan musik dari UNISON yang dipimpin oleh
Ibu Evi.
Tuhan telah menyatakan karyaNya dengan memberikan kita suatu refleksi diri dengan bercermin pada anak-anak Rawinala. Kesukaan Tuhan ialah kita mampu memberikan Dia suatu pujian dan penyembahan. Sukacita dapat kita rasakan jika hati kita penuh dengan ketulusan dan penuh ucapan syukur bukan dengan sungut-sungut. Dengan tema “ Bersukacitalah dalam pengharapan, bersabarlah dalam kesesakan, bertekunlah dalam doa “ ( Roma 12 : 12 ), benar-benar mengajak keluarga besar Rawinala untuk tetap bersukacita dalam kondisi apapun juga.
Selamat menjaga sukacita di hati kita masing-masing dan pada kesempatan ini keluarga besar Rawinala mengucapkan
Selamat Natal 2007 & Tahun Baru 2008.
Tuhan Yesus memberkati.

Acara Natal Rawinala 2007

Monday, December 3, 2007

INFO RAWINALA

Yth. Bapak/Ibu Mitra Rawinala

Jika berkenan silahkan menyaksikan liputan kegiatan Rawinala di www.liputan6.com klik program khusus di halaman 5, judulnya BAHASA HATI.

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya selama ini.

Sigid Widodo
Direktur PPCG Rawinala
Jl. Inerbang 38, Kel.Batu Ampar, Kec.Kramatjati
Jakarta Timur
Telp. 021-8090407/80886248

Sunday, December 2, 2007

Prosa by Sigid Widodo

Tanggal 3 Desember, seluruh dunia memperingati Hari International Penyandang Cacat, menjadi gerakan dunia, karena perhatian dan kepedulian terhadap penyandang cacat masih memprihatinkan di muka bumi ini…

Diskriminasi……,
tidak ada aksessibilitas
Stigmasisasi…..….
pelecehan….….
penolakan……..,
pesakitan…..dan banyak lagi yang membuat mereka seolah bukan MANUSIA.

Akankah…hal itu dibiarkan tumbuh subur..?
Tidak terpikirkah oleh kita….keadaan seperti itu akan terjadi juga pada kita.
Pertumbuhan lahirnya bayi cacat di muka bumi ini akan selalu ada..

Semua orang punya peluang….akankah kita menghindari dan menolak karya Tuhan yang indah ini?

Rabi…, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orangtuanya, sehingga ia dilahirkan buta ? Jawab Yesus : “Bukan dia dan bukan juga orangtuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia” Yohanes 9: 2 - 3

Kecacatan bukan salah siapa-siapa, tidak perlu ada yang menjadi kambing hitam !!!!

Foto anak- anak Rawinala…adalah bukti pekerjaan-pekerjaan Allah telah dinyatakan di dalam mereka.
Adakah kita melihat raut kesedihan di wajah mereka……?
Adakah kita melihat mereka menghiba-hiba minta belas kasihan kita…?
Siapakah yang bisa membuat mereka seperti itu….? Bukankah Tuhan Pencipta segala sesuatu di muka bumi ini.

Kalau hari ini kita memperingatinya…, bukan karena ikut-ikutan…
Inilah bentuk solidaritas kita
Inilah penguatan kita untuk mereka….
Bahwa MEREKA BERHARGA DI HADAPAN TUHAN..................

Pelita Harapan Elementary School Visitation

Belajar menerima keberadaan anak-anak yang memiliki keterbatasan seperti anak-anak di Rawinala memang tidak semudah yang kita bayangkan. Rawinala harus bekerja keras saat menjelaskan serta mengajak anak-anak dari Sekolah Pelita Harapan agar lebih " aware " terhadap anak-anak seperti di Rawinala. Tapi Rawinala tidak akan menyerah dan percaya suatu hari mereka akan belajar lebih " aware " terhadap lingkungan.


2007-11-23, SDPelita Harapan